Renungan 9 Februari 2020

Salam dalam kasih Kristus untuk kita semua

Minggu ini Firman Tuhan berbicara tentang “Kejujuran dalam Keluarga”. Firman Tuhan berkata dalam Amsal 11 : 11 “Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.”
Saya percaya setiap kita pasti mengasihi keluarga kita, tetapi yang menjadi renungan adalah apakah mengasihi keluarga cukup dengan perkataan?; apakah mengasihi keluarga cukup dengan memenuhi segala kebutuhan finansialnya? itu sebabnya melalui kesempatan ini saya mau memberitahukan bahwa salah satu bukti kita mengasihi keluarga kita adalah dengan hidup jujur terhadap keluarga. Suami yang jujur terhadap istri demikian sebaliknya istri yang jujur terhadap suami; orang tua yang jujur terhadap anak-anak dan anak-anak yang jujur terhadap orang tua. Jujur artinya tidak berbohong, tidak curang / tulus/ tidak bersandiwara. Sehingga praktek hidup jujur yang harus dilakukan di dalam membangun keluarga adalah; 1) Jangan ada dusta yang keluar dari mulut setiap anggota keluarga tetapi harus selalu mengatakan kebenaran; 2) Jangan melakukan tindakan-tindakan yang tidak adil, tapi milikilah ketulusan hati terhadap keluarga; 3) Jangan bersandiwara, tapi harus hidup sesuai harapan keluarga atas dasar Tuhan dan FirmanNya. Firman Tuhan memberitahu bahwa kejujuran adalah kunci untuk keluarga di berkati karena melalui kejujuran di dalam keluarga akan menciptakan sebuah keluarga yang bertumbuh kuat, kokoh dan menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Tetapi ketidakjujuran akan membawa kehancuran di dalam keluarga. Akhir kata, mari kita membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh mengasihi ke-luarga kita melalui praktek hidup jujur yang dimulai dari dalam kehidupan keluarga kita masing-masing. AMIN
Tuhan Yesus Memberkati.

Pdt. Refli Sumanti, M. Th
09022020

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.